Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair & Kompos Praktis di Rumah
Solusi cerdas mengolah sampah dapur menjadi pupuk berkualitas. Ramah lingkungan, hemat biaya, dan mudah digunakan di rumah Anda.

Dari Masalah Sampah ke Solusi Bernilai
Ubah cara Anda mengelola sampah organik rumah tangga dengan solusi yang ramah lingkungan dan menguntungkan
Bau & Menumpuk
Sampah organik di rumah mudah bau dan menumpuk, menciptakan masalah kebersihan dan kesehatan.
Buang Sayang
Membuang sampah organik ke tempat sampah umum adalah pemborosan dan menambah beban TPA.
Jadi Pupuk Bernilai
Dengan Drum Composter + cairan aktivator, sampah organik berubah menjadi kompos berkualitas dalam 3-4 minggu.
Cara Kerja Drum Composter
Proses sederhana mengubah sampah organik menjadi pupuk berkualitas dalam 3 langkah mudah
Masukkan Sampah Organik
Masukkan sampah organik (sayur, buah, kulit telur, dll) yang sudah dipotong kecil atau dicacah untuk mempercepat proses pengomposan.
Semprot Cairan Aktivator
Semprotkan cairan aktivator kami untuk mempercepat proses pengomposan dan mengurangi bau tidak sedap selama fermentasi.
Proses Pengomposan (3-4 Minggu)
Sampah akan terurai secara alami menjadi kompos berkualitas tinggi dalam waktu 3-4 minggu dengan bantuan aktivator.
Panen Melalui Lubang Ventilasi
Kompos yang sudah matang dipanen melalui lubang ventilasi bagian bawah. Mudah dan praktis tanpa mengangkat drum.
Fitur Unggulan Drum Composter
Dirancang khusus dengan teknologi modern untuk kemudahan penggunaan dan hasil optimal
Drum Kuat & Tahan Lama
Terbuat dari material berkualitas tinggi yang tahan terhadap cuaca dan korosi, bergaransi jangka panjang.
Sistem Aerasi/Ventilasi
Dilengkapi sistem ventilasi optimal untuk proses fermentasi yang sempurna dan mengurangi bau tidak sedap.
Keran Lindi untuk Pupuk Cair
Keran khusus di bagian bawah untuk mengambil pupuk cair (lindi) dengan mudah tanpa membuka drum.
Praktis Dibersihkan
Desain yang mudah dibersihkan dengan permukaan halus dan akses yang memadai untuk perawatan rutin.
Hemat Ruang
Ukuran kompak yang pas untuk halaman rumah, balkon, atau area terbatas lainnya tanpa mengganggu aktivitas.
Cocok untuk Rumah/Komunitas
Kapasitas ideal untuk keluarga kecil hingga komunitas, dapat menampung sampah organik harian dengan efisien.
Manfaat Menggunakan Drum Composter
Dapatkan keuntungan maksimal dari sampah organik Anda dengan hasil yang berkualitas dan ramah lingkungan
Mengurangi Sampah Organik Rumah Tangga
Sampah organik dapur tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang bermanfaat untuk lingkungan.
Pupuk Cair Siap Pakai untuk Tanaman
Dapatkan pupuk cair berkualitas yang dapat langsung digunakan (setelah diencerkan) untuk menyiram tanaman Anda.
Kompos Padat untuk Media Tanam
Hasil kompos padat berkualitas tinggi sebagai media tanam organik yang menyuburkan tanah dan tanaman.
Lebih Bersih dan Terkontrol
Proses pengomposan tertutup dan terkontrol, mengurangi bau, lalat, dan risiko kontaminasi dibanding metode tradisional.
Dampak Positif untuk Lingkungan
Kontribusi nyata Anda dalam menjaga kelestarian lingkungan
Testimoni Pelanggan
Kepuasan dan pengalaman nyata dari pengguna Drum Composter di Bali
"Sangat membantu mengurangi sampah dapur! Pupuk cairnya bagus untuk tanaman sayur saya. Prosesnya mudah dan tidak bau."
"Drum Composter ini solusi tepat untuk villa kami. Tamu-tamu juga tertarik melihat proses pengomposannya. Recommended!"
"Awalnya ragu, tapi setelah pakai 2 bulan hasilnya memuaskan. Komposnya bagus untuk kebun organik keluarga."
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Temukan jawaban untuk pertanyaan umum tentang Drum Composter
Sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, kulit telur, ampas kopi, daun kering, dan sisa makanan nabati. Hindari daging, tulang, lemak, susu, dan sampah yang mengandung minyak berlebih.
Tidak, jika digunakan dengan benar. Drum Composter dilengkapi sistem ventilasi yang baik dan tutup rapat. Bau yang muncul biasanya adalah aroma tanah yang normal dalam proses pengomposan.
Pupuk cair (lindi) mulai bisa dipanen setelah 2-3 minggu. Untuk kompos padat yang sempurna membutuhkan waktu 1-2 bulan tergantung jenis sampah dan kondisi cuaca.
Pupuk cair harus diencerkan dengan air perbandingan 1:10 (1 bagian pupuk cair : 10 bagian air) sebelum digunakan untuk menyiram tanaman. Gunakan 2-3 kali seminggu untuk hasil optimal.
Perawatan sangat mudah: bersihkan keran lindi secara berkala, pastikan ventilasi tidak tersumbat, dan sesekali aduk isi drum. Bersihkan drum setelah kompos dipanen.
Ya, sangat cocok! Drum Composter didesain kompak dan hemat ruang. Bisa ditempatkan di halaman kecil, balkon, atau sudut rumah. Ukurannya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Siap Mulai Kompos dari Rumah?
Bergabunglah dengan gerakan zero waste dan dapatkan pupuk organik berkualitas untuk tanaman Anda
Kontak & Informasi
Batubulan, Sukawati
Gianyar - Bali